Jasa Membuat Blog

Muslimah Berjilbab Diserang Saat Jemput Anak di Sekolah Islam

Muslimah Berjilbab Diserang Saat Jemput Anak di Sekolah Islam
Muslimah Berjilbab (Ilustrasi).*
News.RisalahIslam.com, Inggris -- Seorang Muslimah berjilbab diserang di Croydon, selatan kota London, Kamis pekan lalu. Wanita yang tidak disebutkan namanya itu dipaksa membuka jilbab dan dipukuli saat ia hendak menjemput dua anaknya di sekolah Islam Al-Khair.

Situs London Evening Standard memberitakan, penyerang adalah tiga orang wanita. Muslimah yang enggan disebut namanya ini mengatakan, dua wanita tiba-tiba menghampiri dirinya, mulai menyerang, dan melontarkan kata-kata kasar.

Ketiga pelaku rasis dan anti-Islam itu awalnya bertanya, apakah korban tidak kepanasan mengenakan jilbab, sebelum menarik jilbab yang dikenakan korban hingga terlepas dan memukul.

"Mereka menarik hingga terlepas jilbab saya dan mulai memukuli dan menendangi saya. Seorang dari mereka menjambak saya dan pelaku lainnya memukuli. Mereka sangat rasis dan mengeluarkan kata-kata kasar," kata korban.

Akibat serangan itu, Muslimah berjilbab yang jadi korban rasisme ini mengalami luka dan sebagian rambutnya tercabut. Serangan baru berhenti ketika ada orangtua murid lainnya yang membantu korban.

Kepolisian Metropolitan London saat ini tengah melakukan investigasi atas kasus tersebut. "Kami menganggap serius serangan ini. Kami telah menangkap dua orang untuk diinvestigasi," kata juru bicara kepolisian.

Namun, kedua pelaku serangan yang berusia 18 dan 36 tahun dibebaskan dengan jaminan dan diminta untuk kembali ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Jumlah kaum Muslim di Inggris diperkirakan mencapai  sekitar 2,4 juta jiwa. Kaum Muslim kerap menjadi korban serangan rasis dari warga lain yang anti-Islam dan salah paham tentang Islam akibat pemberitaan media yang bias.*

You're reading Muslimah Berjilbab Diserang Saat Jemput Anak di Sekolah Islam. Please share...!

Previous
« Prev Post

0 Response to "Muslimah Berjilbab Diserang Saat Jemput Anak di Sekolah Islam"

Back to Top