Jasa Membuat Blog

Imam Besar Majid Istiqlal Tolak Istilah "Islam Nusantara"

Ali Mustafa Yaqub
"Tidak ada Islam Arab, tidak ada Islam Nusantara. Makanya saya katakan sebenarnya tidak usah bikin-bikin istilah Islam Nusantara. Islam ini cukup sumbernya Al-Quran"

News.RisalahIslam.com -- Imam Besar Majid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA, menolak konsep atau gagasan Islam Nusantara, jika yang dimaksud adalah Islam yang bersumber dari ajaran-ajaran yang berkembang di nusantara.

"Tidak ada Islam Arab, tidak ada Islam Nusantara. Makanya saya katakan sebenarnya tidak usah bikin-bikin istilah Islam Nusantara. Islam ini cukup sumbernya Al-quran," tegasnya seperti dilansir merdeka.com.

"Tapi tadi Islam yang diwarnai budaya nusantara, tidak apa-apa. Sekarang begini, misalnya lebaran. Lebaran itu agama atau budaya? Sembahyangnya agama, ketupatnya budaya. Ketupatnya saja hanya sebagian daerah kok. Ada yang pakai lepet. Itu simbol-simbol budaya,"  jelas Rais Syuriah PBNU ini.

Ulama yang dikenal sebagai pakar hadits ini menegaskan, Islam itu adalah agama, Nusantara adalah budaya atau geografi.

"Jadi, kalau yang dimaksud Islam Nusantara itu adalah Islam yang diwarnai dengan corak budaya nusantara, seperti saya ini pakai peci, kan nusantara. Kalau seperti itu saya mendukung sekali. Tapi kalau itu bersumber dari ajaran-ajaran yang berkembang di nusantara, itu saya tolak," tegasnya.

"Ajaran yang berkembang di nusantara sebelum Islam apa? Kan klenik dan sebagainya, tahayul itu mau dijadikan, saya menentang keras. Tapi kalau yang dimaksud adalah Islam yang diwarnai dengan corak budaya nusantara itu engak ada masalah."

Dijelaskannya, yang berasal dari Nabi Muhammad Saw itu ada dua macam, yakni agama dan budaya. "Nabi sendiri mengatakan begini," kalau aku memerintahkan kepada kamu dan itu merupakan agama, maka kamu wajib mengikuti. Tapi kalau yang saya perintahkan itu adalah pendapat saya, maka saya adalah manusia biasa," jelasnya.

Yang datang dari nabi itu ada tiga hal, yakni akidah, ibadah, dan muamalah. Muamalah masuknya budaya. Kalau bidang agama, akidah dan ibadah harus kita ambil.

"Gamis yang dikalungkan. Itu adalah budaya orang Arab pada masa nabi seperti itu. Apa yang pakai sorban itu bukan cuma Rasullullah, abu jahal juga pakai sorban. Nabi sendiri mengatakan perbedaan sorban kami dengan sorban orang-orang musryikin adalah memakai peci kemudian memakai sorban," paparnya memberi contoh.

Menurutnya, sekarang kalau orang Indonesia pakai sarung, pakai peci, itulah nusantara. "Nah kalau itu yang dimaksud saya dukung betul," pungkas Alumnus Fakultas Syariah Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh dan Jurusan Tafsir dan Hadis Universitas King Saud ini.*

You're reading Imam Besar Majid Istiqlal Tolak Istilah "Islam Nusantara". Please share...!

Previous
« Prev Post

0 Response to "Imam Besar Majid Istiqlal Tolak Istilah "Islam Nusantara""

Back to Top