Jasa Membuat Blog

Muslim City of Casey Berjuang Membangun Masjid

Muslim City of Casey Berjuang Membangun Masjid
Australia -- Komunitas Muslim City of Casey, pinggiran Melbourne, Australia, berencana membangun masjid di daerah Narre Warren utara.

Namun, rencana pembangunan tempat ibadah umat Islam itu terancam gagal. Pemerintah City of Casey menilai kehadiran masjid tidak sejalan dengan lingkungan.

Dilansir laman Radio Australia, Pemkot City of Casey akan menggelar rapat membahas laporan yang merekomendasikan penghentian rencana tersebut. Pasalnya, menurut laporan mereka, skala pembangunan masjid ini "tidak bersimpati" dengan lanskap sekitar dan kualitas pemandangan alam yang ada.

Laporan pemkot juga menyatakan isu lalu-lintas dan ketidaktersediaan tempat parkir sebagai dasar perlunya menolak izin pembangunan masjid.

Panitia pembangunan masjid dari Saarban Islamic Trust juga mendapat penentangan dari kelompok anti-Islam United Patriot Front serta sebuah partai politik anti-Islam Partai Rise Up Australia

Menanggapi laporan Pemkot City of Case, Ketua Saarban Islamic Trust, Zain Shaah, mengaku sangat kaget. "Kami sangat kaget bahwa kini mereka menolak permohonan kami," katanya.

"Sebelumnya selama proses pengajuan izin, ada tiga isu yang dibahas selama berbulan-bulan. Yaitu isu lalu-lintas dan kemacetan, isu ketinggian bangunan dan isu ketinggian menara," kata Zain.

Semua isu itu, kata dia, telah dikompromikan oleh panitia pembangunan masjid.

"Saya tidak menyangka bahwa kini masjid itu disebut tidak simpatik dengan lingkungan alam sekitarnya. Ini tidak pernah disampaikan kepada kami sebelumnya," katanya.

Zain menambahkan, jika nantinya pemkot setempat menolak izin pembangunan masjid ini, maka sama saja dengan mencegah orang untuk menjalankan kebebasan beribadah menurut agama mereka.

"Kami umat Islam Australia khususnya di daerah ini berjumlah sekitar 15 ribu orang, dan kami hanya memiliki satu masjid. Satu masjid ini sudah tidak mampu menampung seluruh umat Islam di kawasan ini," jelasnya.

Menteri Perencanaan Kota Negara Bagian Victoria Richard Wynne, menyayangkan adanya kontroversi pembangunan masjid tersebut.

"Tentu saja setiap orang harus mendapat kesempatan untuk menjalankan ibadah di rumah ibadah mereka. Dan seharusnya pertimbangan untuk memberikan izin pembangunan rumah ibadah harus semata-mata berdasarkan pada aspek perencanaannya, bukan pada aspek agamanya," tegasnya.

Masjid Baru Canberra
Situasi sebaliknya terjadi di Canberra. Pihak Canberra Islamic Centre menerima sumbangan 1,4 juta dollar (sekitar Rp 14 miliar) dari Kuwait untuk pembangunan masjid baru.

Pembangunan masjid ini senilai 2,2 juta dollar ini sebenarnya sudah dimulai sejak dua tahun lalu. Namun terkendala dengan pendanaan.

Ketua Islamic Centre, Azra Khan, mengatakan, pihaknya senang dengan bantuan ini karena telah beberapa tahun mencari dana.

"Mereka giat membantu di negara lain termasuk di Eropa. Mungkin kini mereka ingin melakukan hal serupa di Australia," kata Khan kepada ABC.

Rencana pembangunan ini dilakukan di gedung yang sekarang ini merupakan pusat kegiatan masyarakat Muslim di ibukota Australia tersebut.

Menurut Khan, masjid yang diperkirakan rampung pada Maret 2017 ini akan menjadi yang kedua di Canberra.

"Fondasinya sudah jadi. Dan dengan adanya sumbangan sekarang kami bisa mendirikan gedungnya," katanya.

Nantinya masjid ini akan diberi nama Masjid Ahmad Al Sabah yang akan bersatu dengan Islamic Education Centre untuk menghargai sumbangan dari Kuwait dar dermawan di kalangan masyarakat Muslim setempat.*

You're reading Muslim City of Casey Berjuang Membangun Masjid. Please share...!

Previous
« Prev Post

0 Response to "Muslim City of Casey Berjuang Membangun Masjid"

Back to Top