Jasa Membuat Blog

Larangan Burkini di Prancis Ditangguhkan, Penjualan Meningkat di Inggris

Larangan Burkini di Prancis Ditangguhkan, Penjualan Meningkat di Inggris
Women in burkinis on Cronulla Beach, Sydney, Australia
(Photo: The Guardian)
Pengadilan Tinggi Prancis Council of State menangguhkan larangan pakaian renang yang menutupi seluruh tubuh (burkini), Jumat (26/8/2016),  sambil menunggu keputusan definitif.

Pengadilan memberikan putusan menyusul permintaan dari Liga Hak Asasi Manusia (LDH) untuk membatalkan larangan burkini di provinsi Villeneuve-Loubet dengan alasan bertentangan dengan kebebasan sipil.

Dikutip Aljazeera, pengadilan mengatakan, keputusan untuk melarang burkini di Villeneuve-Loubet adalah serius, ilegal, melanggar kebebasan dasar untuk datang dan pergi, kebebasan keyakinan dan kebebasan individu.

Di bawah sistem hukum Perancis, keputusan sementara dapat dijatuhkan pengadilan yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan penilaian pada legalitas yang mendasari kasus ini.

Keputusan itu kemungkinan akan menjadi preseden bagi sekitar 30 kota-kota Perancis yang telah melarang burkini, sebagian besar di sepanjang pantai tenggara.

Larangan burkini telah memicu perdebatan sengit tentang pemakaian baju renang yang menutupi seluruh tubuh, hak-hak perempuan, dan penjagaan ketat terhadap sekularisme negara Perancis.

Organisasi Amnesty International menyambut baik putusan pengadilan tinggi itu. Dewan Keimanan Muslim Perancis juga memuji putusan itu sebagai “kemenangan bagi akal sehat”.

Pengadilan Council of State mendengar argumen dari Liga Hak Asasi Manusia dan kelompok anti-Islamofobia selama persidangan.

Di Inggris, kasus pelaranan burkini memberikan berkah bagi pelaku usaha busana renang syar'i tersebut. Salah satu penjual burkini yang berbasis di Inggris, Kausar Sacranie, mengatakan, penjualan burkini telah meningkat 50 persen.

"Larangan tersebut sangat konyol, karena produk ini (burkini) dibuat untuk memberikan kebebasan bagi perempuan agar bisa menjadi bagian dari masyarakat," ujar Kausar dilansir CNN News, Sabtu (27/8/2016).

Burkini buatan Kausar telah memenangkan penghargaan sebagai pakaian renang muslim terbaik. Menurut Kausar, pembeli burkini buatannya tidak hanya terbatas kalangan perempuan muslim saja namun juga non muslim.

Bahkan, Kausar telah merancang burkini untuk seorang selebriti chef Nigella Lawson. Kausar mengatakan, Nigella Lawson menginginkan pakaian renang yang dapat melindungi kulitnya dari paparan sinar matahari.

Produsen burkini lainnya, Aheda Zanetti, mengatakan, sejak larangan burkini ramai diberitakan, bisnisnya meningkat sebesar 90 persen. Penjualan paling banyak yakni berasal dari online. Tak hanya itu, toko pakaian ritel Marks & Spencer juga ketiban rejeki burkini.

Toko ritel pakaian yang berbasis di Inggris tersebut sudah menjual burkini sejak beberapa tahun terakhir dan permintaannya selalu besar. Bahkan, koleksi burkini yang dijual di toko itu telah habis terjual untuk musim panas 2016. (MINA/ROL).*

You're reading Larangan Burkini di Prancis Ditangguhkan, Penjualan Meningkat di Inggris. Please share...!

Previous
« Prev Post

0 Response to "Larangan Burkini di Prancis Ditangguhkan, Penjualan Meningkat di Inggris"

Back to Top