Jasa Membuat Blog

Islam Berkembang Pesat di Irlandia

Islam Berkembang Pesat di Irlandia
Islam diprediksi bakal menjadi agama terbesar kedua di Irlandia setelah Katolik pada 2043. Menurut Kantor Pusat Statistik Irlandia, saat ini Islam adalah agama yang perkembangannya paling cepat.

Menurut sensus penduduk 2011, terdapat 49 ribu Muslim yang tinggal di Republik Irlandia atau meningkat 51 persen dari sensus penduduk 2006.

Sensus 2006 juga mengalami peningkatan 69 persen dari sensus 2002. Pada 1991, jumlah Muslim di Irlandia bawah 4.000 jiwa. Setengah dari Muslim Irlandia menetap di Dublin, sisanya menyebar ke berbagai kota.

Peningkatan permukiman Muslim di Irlandia dipicu pertumbuhan pengungsi. Sejak masuknya 1.200 Muslim Bosnia pada 1992, kemudian 500 Muslim Somalia, pencari suaka politik Aljazair, Libya, dan Irak. Terakhir pada 1996, giliran 850 pengungsi Albania Kosovo yang memadati kota-kota Irlandia.

Menurut buku Denyut Islam di Eropa, perubahan sikap publik Irlandia terjadi sejak hari pertama kedatangan Muslim Bosnia. Saat itu, hampir tidak ada Muslim Bosnia yang berani ke luar penampungan. Mereka akan menjadi sasaran pelemparan di jalan-jalan atau pengusiran pemilik toko.

Kebencian terhadap Muslim dengan cepat berkembang. Tidak lagi Muslim Bosnia menjadi sasaran, tapi siapa pun yang beragama Islam. Ini ditandai adanya aksi pelemparan bom bakar ke Masjid Atha Cliath di South Circular Road yang menyebabkan kerusakan serius.

Di sekolah-sekolah diskriminasi terhadap pelajar Muslimah terjadi secara luas. Pihak sekolah menolak mereka yang mengenakan jilbab. Pemerintah Irlandia memberikan solusi terkait masalah ini. Solusi yang ditawarkan yaitu memindahkan kaum Muslim ke semua kota. Lebih jelasnya, Muslim dipecah menjadi komunitas kecil dan ditempatkan secara eksklusif di kota-kota Irlandia.

Semua pihak menentang rencana ini. Alasannya memecah Muslim menjadi komunitas kecil-kecil dan disebar ke seluruh kota hanya akan membuat mereka menjadi sasaran empuk serangan rasialis. 

Departemen Kehakiman Irlandia mengajukan solusi yang lebih mengkhawatirkan lagi, yakni mendeportasi semua Muslim pencari suaka politik ke negara masing-masing. 

Akibatnya, muncul ketakutan luar biasa di antara pengungsi Muslim dari Kosovo, Bosnia, dan Afrika Utara. Di tengah situasi seperti ini, gereja Katolik memperlihatkan empatinya.

Dalam pernyataan bersama empat uskup, gereja mendesak pemerintah mengizinkan semua pengungsi bermukim di Irlandia. Gereja juga menentang rencana pemerintah yang ingin menyebar pengungsi dalam komunitas kecil ke pinggiran kota. 

Mereka beranggapan, hanya di kota-kota besar semua fasilitas pendidikan, ibadah, dan makanan tersedia. Mereka juga bisa mencari nafkah untuk keluarganya.

Aktivitas dan syiar agama di Irlandia ditopang dengan keberadaan ormas Islam, seperti Dublin Islamic Society, yang merupakan ormas yang pertama kali berdiri di Irlandia.

Muslim Irlandia terdiri dari berbagai macam etnis. Dublin Islamic Society dibentuk oleh mahasiswa yang belajar di Irlandia. Saat itu, organisasi hanya beranggotakan 300 pelajar Muslim.

Organisasi Muslim terus berkembang dan berubah menjadi Islamic Foundation of Ireland pada 1976. Pada saat itu pula, atas dukungan pihak gereja organisasi mendirikan masjid pertama di Harrington Street berdampingan dengan Garda Club.

Saat ini Republik Irlandia memiliki enam masjid. Kebanyakan berada di permukiman Muslim. Di Dublin terdapat dua masjid. Sisanya di Ballyhaunis, Co Mayo, Gaway, Limerick, dan Waterford.

Pemerintah Irlandia juga membangun sebuah madrasah di Clonskeagh yang bisa menampung 245 murid. Sekolah dikelola 11 staf dan mendapat gaji dari Departemen Pendidikan. Tetapi, pemerintah menolak membayar gaji guru-guru yang mengajarkan Islam. (ROL).*

You're reading Islam Berkembang Pesat di Irlandia. Please share...!

Previous
« Prev Post

0 Response to "Islam Berkembang Pesat di Irlandia"

Back to Top