Jasa Membuat Blog

Parpol dan Ormas Islam Dinilai Kurang Respons Kegelisahan Umat

Parpol dan Ormas Islam Dinilai Kurang Respons Kegelisahan Umat
PARPOL dan Omasi Islam dinilai kurang merespons kegelisahan umat yang mengalami ketidakpuasan politik dan ekonomi. Kondisi ini kemudian dituding menjadi penyebab pergeseran kepemimpinan Islam.

Menurut Ketua Muhammadiyah, Hajriyanto Y Thohari, umat Islam tidak puas dengan politik dan ekonomi. Gerutu kekecewaan itu makin dramatis di media sosial secara langsung dan terbuka. Dalam suasana seperti itu, muncul tokoh-tokoh yang menjadi artikulator kekecewaan umat.

"Fatalnya, parpol Islam dan gerakan Islam konvensional mendiamkannya. Mungkin ini yang disebut pergeseran kepemimpinan Islam," kata Hajriyanto dalam Seminar Peradaban "Pergeseran Kepemimpinan Islam" di Universitas Paramadina, Rabu (25/1/2017).

Dikatakannya, aksi demonstrasi 2 Desember 2016 (Aksi 212) itu fenomenal. Meski berjalan tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah secara organisasi, massa Nahdliyin dan Muhammadiyah tetap ikut Aksi 212.

Ia menilai, isu penistaan dalam Aksi 212 hanya pemicu bergeraknya umat Islam untuk menunjukkan kegelisahan.

"Apa ini jadi indikasi pergeseran kepemimpinan Islam dari mainstream moderat ke gerakan Islam kontemporer yang lebih agresif? Saya belum bisa jawab. Yang pasti, reaksi kehadiran tokoh-tokoh dalam Aksi 2 Desember mulai terasa entah inilah yang ditunggu, ada yang cemburu, ada yang menunggu," kata Hajriyanto. (ROL).*


You're reading Parpol dan Ormas Islam Dinilai Kurang Respons Kegelisahan Umat. Please share...!

Previous
« Prev Post

0 Response to "Parpol dan Ormas Islam Dinilai Kurang Respons Kegelisahan Umat"

Back to Top