Jasa Membuat Blog

Alasan Raja Arab Saudi Bawa Sendiri Segala Fasilitas Kunjungan ke Indonesia

Alasan Raja Arab Saudi Bawa Sendiri Segala Fasilitas Kunjungan ke Indonesia
Kenapa Raja Salman Membawa Sendiri Segala Fasilitas Kunjungannya ke Indonesia, Sampai Bawa-bawa Tangga Segala?

Raja Kerajaan Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, dijadwalkan tiba di Malaysia, Minggu (26/2/2017), sebelum berkunjung ke Indonesia awal 1 Maret 2017.

Dalam kunjungannya ke Malaysia dan Indonesia, Raja Salman disebut membawa rombongan 1.000 orang dan 300 mobil.

Raja Saudi ini akan berkunjung ke Malaysia selama empat hari. Kunjungan ke Malaysia sebagai pembuka lawatannya ke Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia.

Agenda sang raja di Indonesia, selain menjalin hubungan lebih erat dengan Indonesia, Arab Saudi menanamkan investasi sebesar Rp 300 triliun bagi Indonesia.

Selain ke Malaysia dan Indonesia, menurut media-media Arab, Raja Salman tidak melakukan kunjungan khusus ke Indonesia dan Malaysia, tapi juga Brunei, Jepang, China, Maldive, dan Yordania.

Alasan Bawa Fasilitas Sendiri

Menurut Ustadz Kivlein Muhammad, Raja Salman membawa fasilitas sendiri karena syariat Islam mengajarkan demikian. 

Sebagai pihak yang akan memberi utang kepada Indonesia, sang raja mengamalkan hadits Rasulullah Saw yang melarang mengambil manfaat tertentu atau fasilitas tertentu, dari seseorang yang kita berikan hutang, walaupun sekedar menumpang pada kendaraannya.

“Setiap Hutang yang menghasilkan manfaat dan Keuntungan adalah *riba*”

Raja Salman statusnya adalah pemberi utang dan Pemerintah Indonesia statusnya tukang mengutang, sehingga rombongan kerajaan *tidak diperbolehkan oleh Islam* untuk menggunakan berbagai fasilitas dari Pemerintah RI.

Islam menganggap bahwa memberikan utang termasuk transaksi sosial. Amal soleh yang berpahala. Karena itu, _orang yang memberi utang dilarang mengambil keuntungan_ karena utang yang diberikan, apapun bentuknya, selama utang belum dilunasi.

Sahabat Fudhalah bin Ubaid radhiallahu ‘anhu mengatakan,

كل قرض جر منفعة فهو ربا

“Setiap piutang yang menghasilkan keuntungan maka (keuntungan) itu adalah riba.”
Keuntungan yang dimaksud dalam riwayat di atas mencakup semua bentuk keuntungan, bahkan sampai bentuk keuntungan pelayanan. 

Dari Abdullah bin Sallam radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

إِذَا كَانَ لَكَ عَلَى رَجُلٍ حَقٌّ، فَأَهْدَى إِلَيْكَ حِمْلَ تِبْنٍ، أَوْ حِمْلَ شَعِيرٍ، أَوْ حِمْلَ قَتٍّ، فَلاَ تَأْخُذْهُ فَإِنَّهُ رِبًا

“Apabila kamu mengutangi orang lain, kemudian orang yang diutangi memberikan fasilitas kepadamu --walaupun sekedar-- membawakan jerami, gandum, atau pakan ternak maka janganlah menerimanya, karena itu riba.” (HR. Bukhari 3814).

Kemudian, diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu,

إذا أقرض أحدكم قرضا فأهدى له أو حمله على الدابة فلا يركبها ولا يقبله

"Apabila kalian mengutangkan sesuatu kepada orang lain, kemudian (orang yang berutang) memberi hadiah kepada yang mengutangi atau memberi layanan berupa naik kendaraannya (dengan gratis), janganlah menaikinya dan jangan menerimanya.” (HR. Ibnu Majah 2432).*

You're reading Alasan Raja Arab Saudi Bawa Sendiri Segala Fasilitas Kunjungan ke Indonesia. Please share...!

Previous
« Prev Post

1 Response to "Alasan Raja Arab Saudi Bawa Sendiri Segala Fasilitas Kunjungan ke Indonesia"

  1. astagfirullah..kita berlindung kepada Allah SWT dr riba ..aamiin

    ReplyDelete

Back to Top