Jasa Membuat Blog

Bom Samarinda Adalah Operasi Intelijen Untuk Sudutkan Islam

Bom Samarinda Adalah Operasi Intelijen Untuk Sudutkan Islam
Indonesia -- Bom Samarinda merupakan hasil operasi intelijen yang ingin men-down grade (menyudutkan) Islam. Apalagi kaum Muslim sukses menggelar Aksi Damai di Jakarta 4 November lalu.

Demikian dikemukakan Rachmawati Soekarnoputri. "Menurut intuisi saya, ini jelas, suatu rekayasa intelijen,” tegas Rachma kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta, Senin, (14/11/2016).

Ditambahkan putri Presiden pertama Soekarno ini, ada trigger pihak-pihak tertentu yang ingin menyudutkan Islam dengan cara-cara teror. "Saya lihat bom ini men-down grade Islam," tegasnya.

Rachma juga berkeyakinan, kejadian bom di Samarinda tak lepas dari rangkaian panasnya suhu di tanah air belakangan ini, ditandai dengan aksi bela Islam 411 dan akan ada rencana turun ke jalan kembali jika penanganan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak adil.

"Tentu, ini masuk rangkaian itu semua,” ujar Rachma.

Hal senada dikemukakan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat Tengku Zulkarnain. Ia menyatakan, dirinya mencium ada keganjilan dalam aksi teror pengeboman gereja di Samarinda.

Karena itu, menurutnya, polisi harus betul-betul menyelidikinya dengan benar dan transparan.

Menurut Tengku, penyelidikan tersebut jika tidak dengan profesional, sungguh-sungguh, dan transparan, bisa jadi akan menimbulkan banyak gejolak di tengah masyarakat.

"Ada sesuatu yang ganjil. Ya masa ada pengebom bawa KTP. Kalau orang bunuh diri mana mau dia bawa identitas," kata Tengku kepada Republika Online, Senin (14/11/2016).

Tengku juga meminta masyarakat mewaspadai isu di media sosial yang ramai membicarakan seolah-olah teros bom tersebut terjadi karena demo 411. Padahal, isu tersebut sangat tidak benar.


Ia menegaskan, isu tersebut hanyalah ulah 'penghianat bangsa' yang ingin memanfaatkan situasi demi mengadu domba bangsa Indonesia.

"Jadi polisi harus bertindak transparan, profesiobal dan tegas. Jangan dimanfaatkan oleh "penghianat bangsa" yang mau memanfaatkan situasi mengadu domba bangsa ini," ujar Tengku.

Ledakan bom molotov terjadi di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016). Saat menjalankan aksinya, pelaku mengenakan kaos bertuliskan 'Jihad Way of Life'. Ledakan bom molotov tersebut melukai lima orang, empat orang diantaranya anak-anak, dan salah satunya meninggal dunia.*

You're reading Bom Samarinda Adalah Operasi Intelijen Untuk Sudutkan Islam. Please share...!

Previous
« Prev Post

0 Response to "Bom Samarinda Adalah Operasi Intelijen Untuk Sudutkan Islam"

Back to Top